By : Andy Febrian
Pada suatu hari, seekor anak kerang di dasar laut
mengerang kesakitan dan mengadu pada ibunya karena ada dalam cangkangnya
terdapat sebutir pasir kecil yang dia rasa tajam dan telah melukai tubuhnya
yang memerah dan lunak itu. Sang Ibu berkata, “Oh anakku..”, kata sang ibu
sambil bercucuran air mata. “Tuhan tidak memberikan kepada bangsa kerang sebuah
tanganpun, jadi maaf Ibu tidak dapat menolongmu nak. Sakit sekali itu rasanya,
ibu tahu bagaimana sakitnya yang kau rasakan sekarang. Tapi, terimalah itu
sebagai takdir alam nak..”.
Setelah beberapa saat
berada dalam keheningan, sang Ibu melanjutkan perkataannya. “Kuatkan hatimu,
jangan terlalu banyak bergerak agar pasir itu tidak menusukmu semakin dalam.
Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir
itu dengan getah perutmu. Karena hanya itu yang bisa kau lakukan saat ini”,
kata sang Ibu dengan lembut.
Lalu, anak kerang itu mendengarkan dan melakukan nasihat ibunya. Tidak ada hasilnya, bahkan rasa sakitnya makin serasa tak tertahankan. Hingga terkadang, ia meragukan nasihat ibunya.
Lalu, anak kerang itu mendengarkan dan melakukan nasihat ibunya. Tidak ada hasilnya, bahkan rasa sakitnya makin serasa tak tertahankan. Hingga terkadang, ia meragukan nasihat ibunya.
Ia tetap sabar bertahan
meskipun seringkali berlinang air mata. Berhari-hari, bulan, hingga setahun
berlalu. Akan tetapi tanpa disadarinya, sebutir mutiara mulai terbentuk
diantara cangkang yang membalut dagingnya. Dan semakin lama, mutiara itu pun
semakin membesar. Hingga rasa sakit yang ia alami tidak seperti yang ia rasakan
seperti waktu yang telah ia lalui.
Dan akhirnya setelah
setahun lebih waktu berlalu, sebutir mutiara besar yang utuh dan mengkilat yang
memiliki harga mahal terbentuk dengan sempurna pada mantel diantara cangkang
dan tubuhnya. Air matanya berubah menjadi berharga, karena penderitaannya
berubah menjadi sebuah mutiara yang indah. Derita yang telah ia lalui,
lebih berharga daripada seribu kerang lainnya yang hanya di santap orang-orang
sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
Ingatlah , dibalik
sebuah kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah orang BIASA menjadi sosok yang
LUAR BIASA.
Keep spirit, trying, and
pray. Stay to positif thinking with your journey of life dude


0 komentar:
Posting Komentar